FLAVANOID
KIMIA BAHAN ALAM
FLAVANOID



1. mengapa senyawa homoisoflavon larut dalam air panas dan alkohol, meskipun beberapa flavanoid yang sanagat termitalasi tidak larut dalam air?
2. mengapa flavanoid kalkon di alam memiliki gugus 2,4-hidroksil atau gugus 2-hidroksil-6-glikosilasi?
3. mengapa pada senyawa flavanoid semakin polar ikatan pada hidrogen, semakin besar pergeseran kimianya?
FLAVANOID
Senyawa flavonoid adalah senyawa
polifenol yang mempunyai 15 atom karbon
yang tersusun dalam konfigurasi C6-C3-C6, yaitu dua cincin aromatik yang dihubungkan oleh 3 atom karbon yang dapat
atau tidak dapat membentuk cincin ketiga. Flavonoid terdapat dalam semua
tumbuhan hijau sehingga dapat ditemukan
pada setiap ekstrak tumbuhan (Markham, 1988). Golongan flavonoid dapat
digambarkan sebagai deretan senyawa C6-C3-C6, artinya kerangka karbonnya
terdiri atas dua gugus C6(cincin benzena tersubstitusi) disambungkan oleh
rantai alifatik tiga karbon (Robinson, 1995).
Tumbuhan yang mengandung flavonoid
banyak dipakai dalam pengobatan tradisional.
Hal tersebut disebabkan flavonoid mempunyai berbagai macam aktivitas terhadap macam-macam organisme (Robinson,
1995). Penelitian farmakologi terhadap
senyawa flavonoid menunjukkan bahwa beberapa senyawa golongan flavonoid memperlihatkan aktivitas seperti
antifungi, diuretik, antihistamin, antihipertensi,
insektisida, bakterisida, antivirus dan menghambat kerja enzim (Geissman,
1962).
Flavonoid merupakan kandungan khas tumbuhan hijau dan salah
satu senyawa aktif yang menjadi
penelitian peneliti dalam mengembangkan obat
tradisional Indonesia. Hal penting dari penyebaran flavonoid dalam
tumbuhan adalah adanya kecenderungan kuat bahwa tumbuhan yang secara taksonomi
berkaitan akan menghasilkan flavonoid yang jenisnya serupa. Jadi informasi
tumbuhan yang diteliti seringkali didapatkan dengan melihat pustaka mengenai
flavonoid terdahulu dalam tumbuhan yang berkaitan, misalnya dari marga atau
suku yang sama (Markham, 1988).
Daun ceremai mengandung senyawa
saponin, flavonoid, tanin dan polifenol. (Dalimartha, 1999). Berdasarkan uraian
di atas dan kandungan dari daun ceremai, maka dilakukan penelitian yang bertujuan untuk
mengisolasi dan mengidentifikasi flavonoid
dari daun ceremai.
Senyawa flavonoida adalah suatu
kelompok senyawa fenol yang terbesar
yang ditemukan dialam. Senyawa-senyawa
ini merupakan zat warna merah, ungu dan
biru dan sebagai zat warna kuning yang ditemukan dalam tumbuh-tumbuhan.
Istilah flavonoida diberikan untuk
senyawa-senyawa fenol yang berasal dari
kata flavon, yaitu nama dari salah satu
jenis flavonoida yang terbesar jumlahnya
dalam tumbuhan. Senyawa-senyawa flavon ini mempunyai kerangka 2-fenilkroman, di mana
posisi orto dari cincin A dan
atom karbon yang terikat pada cincin
B dari 1,3-diarilpropana dihubungkan
oleh jembatan oksigen sehingga membentuk cincin heterosiklik yang baru (Cincin
C).
Senyawa-senyawa flavonoid terdiri
dari beberapa jenis tergantung pada
tingkat oksidasi dari rantai propana dari sistem 1,3-diarilpropana. Flavon,
flavonol dan antosianidin adalah jenis yang banyak ditemukan dialam sehingga
sering disebut sebagai flavonoida utama. Banyaknya senyawa flavonoida ini disebabkan
oleh berbagai tingkat hidroksilasi, alkoksilalsi atau glikosilasi dari struktur
tersebut. Senyawa-senyawa isoflavonoida dan neoflavonoida hanya ditemukan dalam
beberapa jenis tumbuhan, terutama suku Leguminosae.
Masing-masing jenis senyawa flavonoida
mempunyai struktur dasar tertentu. Flavonoida mempunyai beberapa ciri struktur
yaitu : Cincin A dari struktur flavonoida mempunyai pola oksigenasi yang
berselang-seling yaitu pada posisi 2, 4 dan 6. Cincin B flavonoida mempunyai
satu gugus fungsi oksigen pada posisi para atau dua pada posisi para dan meta
atau tiga pada posisi satu di para dan dua di meta. Cincin A selalu mempunyai
gugus hidroksil yang letaknya sedemikian rupa sehingga memberikan kemungkinan
untuk terbentuk cincin heterosiklis dalam senyawa trisiklis.
Biosentesa Flavonoida
Pola biosintesa pertama kali
disarankan oleh Birch, yaitu : pada tahap-tahap
pertama biosintesa
flavonoida suatu unit C6-C3 berkombinasi
dengan tiga unit C2 menghasilkan unit C6-C3-(C2+C2+C2). Kerangka C15yang dihasilkan
dari kombinasi ini telah mengandung gugus-gugus fungsi oksigen pada
posisi-posisi yang diperlukan. Cincin A dari struktur flavonoida berasal dari
jalur poliketida, yaitu kondensasi dari tiga unit asetat atau malonat,
sedangkan cincin B dan tiga
atom karbon dari rantai propana
berasal dari jalur fenilpropanoida (jalur shikimat). Sehingga kerangka dasar
karbon dari flavonoida dihasilkan dari kombinasi antara dua jenis biosintesa
utama untuk cincin aromatik yaitu jalur shikimat dan jalur asetat-malonat.
Sebagai akibat dari berbagai perubahan yang disebabkan oleh enzim, ketiga atom
karbon dari rantai propana dapat menghasilkan berbegai gugus fungsi seperti
ikatan rangkap, gugus hidroksil, gugus karbonil dan sebagainya.
Permasalahan:
1. mengapa senyawa homoisoflavon larut dalam air panas dan alkohol, meskipun beberapa flavanoid yang sanagat termitalasi tidak larut dalam air?
2. mengapa flavanoid kalkon di alam memiliki gugus 2,4-hidroksil atau gugus 2-hidroksil-6-glikosilasi?
3. mengapa pada senyawa flavanoid semakin polar ikatan pada hidrogen, semakin besar pergeseran kimianya?
Baiklah rini, saya akan menjawab permasalahan anda no 3 :
ReplyDeleteDisebabkan oleh posisi atom Hidrogen pada rantai karbon yang menentukan pergeseran kimia. Nah oleh karena itu, Semakin polar ikatan pada hidrogen, semakin besar pergeseran kimianya. Maka bagi senyawa flavonoid yang mengandung gugus hidroksil akan memiliki puncak pada daerah yang jauh.
Saya Ayu Asmira (A1C116036) akan coba menjawab permasalahan nomor 1 :
ReplyDeleteFlavon atau flavonol merupakan senyawa yang paling tersebar luas dari semua semua pigmen tumbuhan kuning, meskipun warna kuning tumbuhan jagung disebabkan oleh karatenoid. Isoflavon tidak begitu menonjol, tetapi senyawa ini penting sebagai fitoaleksin. Senyawa yang lebih langka lagi ialah homoisoflavon. Senyawa ini biasanya mudah larut dalam air panas dan alkohol meskipun beberapa flvonoid yang sangat termitalasi tidak larut dalam air.
Saya akan menambahkan jawaban no 1
ReplyDeleteFlavon atau flavonol merupakan senyawa yang paling tersebar luas dari semua semua pigmen tumbuhan kuning, meskipun warna kuning tumbuhan jagung disebabkan oleh karatenoid. Isoflavon tidak begitu menonjol, tetapi senyawa ini penting sebagai fitoaleksin. Senyawa yang lebih langka lagi ialah homoisoflavon. Senyawa ini biasanya mudah larut dalam air panas dan alkohol meskipun beberapa flvonoid yang sangat termitalasi tidak larut dalam air.
Banyak senyawa dari golongan ini yang mudah larut dalam air, terutama bentuk glikosidanya, dan oleh karena itu senyawa ini berada dalam ekstrak air tumbuhan, bahkan senyawa yang hanya sedikit larut dalam air kepolarannya memadai untuk diekstraksi dengan baik memakai methanol, etanol atau aseton dan methanol 80% merupakan pelarut yang sering dipakai untuk ektraksi flavonoid. Pengekstraksian kembali larutan dalam air dengan pelarut organik yang tidak bercampur dengan air tetapi agak polar sering kali bermanfaat untuk memisahkan golongan ini dari senyawa yang lebih polar seperti karbohidrat.
Etil asetat merupakan pelarut yang baik untuk menangani katekin dan proantosianidin.
Benzena dapat dipakai untuk benzofenon dan stilbutena. Amil alkohol dipakai untuk antosianin.
Butyl alkohol sekunder adalah alkohol yang paling polar yang bercampur dengan air secara tidak sempurna, dan jika ekstrak air dijenuhkan dengan natrium klorida atau magnesium sulfat, pelarut ini sangat baik untuk untuk mengekstraksi senyawa golongan ini.
Dari segi analisis masa lampau, berbagai pereaksi pengendap telah digunakan untuk senyawa ini. Timbel asetat netral atatu basa terutama dianjurkan. Flavonoid dapat dibebaskan dari endapan timbel dengan menambahkan asam sulfat encer atau hydrogen sulfide, timbel mengendap sebagai timbel sulfat atau timbel sulfide. Pereaksi lainnya adalah asam pikrat, kalium asetat, barium hidroksida, piridina, iterbium asetat dan sebagainya.
No. 2
ReplyDeleteKarena khalkon cepat mengalami isomerasi menjadi flavanon dalam satuan keseimbangan. Bila khalkon 2,6-dihidroksilasi, isomer flavanon mngikat 5 gugus hidroksil, dan stabilisasi mempengaruhi ikatan hydrogen 4-karbonil-5-hidroksil maka menyebabkan keseimbangan khalkon-flavon condong ke arah flavanon.
saya Dhea Ivontia akan menjawab permasalahan anda nomor 1
ReplyDeleteFlavon atau flavonol merupakan senyawa yang paling tersebar luas dari semua semua pigmen tumbuhan kuning, meskipun warna kuning tumbuhan jagung disebabkan oleh karatenoid. Isoflavon tidak begitu menonjol, tetapi senyawa ini penting sebagai fitoaleksin. Senyawa yang lebih langka lagi ialah homoisoflavon. Senyawa ini biasanya mudah larut dalam air panas dan alkohol meskipun beberapa flvonoid yang sangat termitalasi tidak larut dalam air.