karakteristik senyawa organik bahan alam
KIMIA BAHAN ALAM
karakteristik senyawa organik bahan alam
Beberapa topik yang menarik dalam kimia bahan alam menurut Dr. rernat. Sri Mulyani, MSi (Staf Pengajar PS. Pendidikan Kimia UNS) pada Seminar Nasional Kimia di UNY adalah :
1. Isolasi, penentuan struktur, sintesis dan biosintesis senyawa organik bahan alam.
2. Sifat dan fungsi biologis senyawa alam meliputi aspek farmakologi dan biokimia.
3. Minyak atsiri dan rempah-rempah.
4. Pengembangan metode analisis dan aplikasinya pada bahan alam.
5. Bioteknologi termasuk kultur jaringan atau sel dalam produksi senyawa alam, rekayasa
DNA, serta teknologi tumbuhan obat dan rempah.
6. Pengunaan bahan alam dalam media pembelajaran.
Peranan Senyawa Bahan Alam
Peranan senyawa bahan alam bagi manusia tidak terlepas dari tinjauan sejarah kajian riset kimia bahan alam itu sendiri, yang telah sejak lama dilakukan oleh manusia. Karl
Wilhelm Schele (1742-1786) merupakan ahli kimia pertama yang berhasil melakukan pemisahan (isolasi) senyawa kimia dari bahan alam seperti gliserol, asam-asam oksalat, laktat, tartarat dan sitrat. Selanjutnya diikuti Frederich W. Serturner (1783-1841) yang memisahkan morfina dari opium dan Pelletier serta caventon yang berhasil memisahkan strihina, brusina, kuinin, sinkonina, dan kafein lima belas tahun kemudian. Untuk pemisahan beribu-ribu senyawa kimia yang lain dari bahan alam segera menyusul dan terus berjalan sampai sekarang.
Senyawa-senyawa metabolit sekunder yang telah berhasil diisolasi, oleh manusia selanjutnya didayagunakan sebagai bahan obat seperti morfin sebagai obat nyeri, kuinin sebagai obat malaria, reserpin sebagai obat penyakit tekanan darah tinggi dan vinkristin serta vinblastin sebagai obat kanker. Selain sebagai bahan obat, senyawa metabolit sekunder juga didayagunakan oleh manusia untuk menunjang kepentingan industri seperti industri kosmetik dan industri pembuatan pestisida dan insektisida. Untuk di Indonesia, pemanfaatan senyawa bahan alam yang ditemukan para peneliti Indonesia sebagai bahan baku obat antara lain Itebein sebagai anti tumor, Artoindonesianin sebagai anti malaria, Diptoindonesin, Indonesiol serta banyak lagi. Sedangkan potensi lain yang sedang dikembangkan peneliti Indonesia untuk menunjang kepentingan industri adalah potensi bahan alam sebagai penghasil minyak atsiri.
Pengembangan potensi bahan alam untuk di kembangkan di Indonesia didukung juga oleh kebijakan dan program riset dan teknologi (ristek) dari pemerintah dimana Kementrian Riset dan Teknologi telah menetapkan 6 (enam) Bidang Prioritas Riset dan Teknologi Nasional untuk tahun 2004-2009 yakni di bidang ketahanan pangan, ketersediaan energi, sistem transportasi nasional, teknologi informasi dan komunikasi, pertahanan dan keamanan dan pembangunan kesehatan. Bidang-bidang prioritas itu oleh lembaga pelaksana teknis diterjemahkan menjadi rencana strategis. Beberapa lembaganya antara lain LIPI, BATAN dan BPPT.
perbedaan metabolit primer dan sekunder
permasalahan:
bagaimana peranan senyawa organik khususnya bahan alam dalam kemajuan bidang pembuatan obat? dan dampaknya bagi kehidupan ?
Indonesia mempunyai banyak keanekaragaman jenis spons, dan berdasarkan ekspedisi Snellius-II terdapat 830 ditemukan dari perairan Indonesia Timur (VAN SOEST, 1989). Kekayaan jenis spons yang sangat potensial ini belum banyak dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia. Kandungan apa yang ada pada spons? Bagaimana cara kerjanya? Jenis Spons seperi apa yang digunakan?
karakteristik senyawa organik bahan alam
Beberapa topik yang menarik dalam kimia bahan alam menurut Dr. rernat. Sri Mulyani, MSi (Staf Pengajar PS. Pendidikan Kimia UNS) pada Seminar Nasional Kimia di UNY adalah :
1. Isolasi, penentuan struktur, sintesis dan biosintesis senyawa organik bahan alam.
2. Sifat dan fungsi biologis senyawa alam meliputi aspek farmakologi dan biokimia.
3. Minyak atsiri dan rempah-rempah.
4. Pengembangan metode analisis dan aplikasinya pada bahan alam.
5. Bioteknologi termasuk kultur jaringan atau sel dalam produksi senyawa alam, rekayasa
DNA, serta teknologi tumbuhan obat dan rempah.
6. Pengunaan bahan alam dalam media pembelajaran.
Peranan Senyawa Bahan Alam
Peranan senyawa bahan alam bagi manusia tidak terlepas dari tinjauan sejarah kajian riset kimia bahan alam itu sendiri, yang telah sejak lama dilakukan oleh manusia. Karl
Wilhelm Schele (1742-1786) merupakan ahli kimia pertama yang berhasil melakukan pemisahan (isolasi) senyawa kimia dari bahan alam seperti gliserol, asam-asam oksalat, laktat, tartarat dan sitrat. Selanjutnya diikuti Frederich W. Serturner (1783-1841) yang memisahkan morfina dari opium dan Pelletier serta caventon yang berhasil memisahkan strihina, brusina, kuinin, sinkonina, dan kafein lima belas tahun kemudian. Untuk pemisahan beribu-ribu senyawa kimia yang lain dari bahan alam segera menyusul dan terus berjalan sampai sekarang.
Senyawa-senyawa metabolit sekunder yang telah berhasil diisolasi, oleh manusia selanjutnya didayagunakan sebagai bahan obat seperti morfin sebagai obat nyeri, kuinin sebagai obat malaria, reserpin sebagai obat penyakit tekanan darah tinggi dan vinkristin serta vinblastin sebagai obat kanker. Selain sebagai bahan obat, senyawa metabolit sekunder juga didayagunakan oleh manusia untuk menunjang kepentingan industri seperti industri kosmetik dan industri pembuatan pestisida dan insektisida. Untuk di Indonesia, pemanfaatan senyawa bahan alam yang ditemukan para peneliti Indonesia sebagai bahan baku obat antara lain Itebein sebagai anti tumor, Artoindonesianin sebagai anti malaria, Diptoindonesin, Indonesiol serta banyak lagi. Sedangkan potensi lain yang sedang dikembangkan peneliti Indonesia untuk menunjang kepentingan industri adalah potensi bahan alam sebagai penghasil minyak atsiri.
Menurut Prof.
Hardjono Sastrohamidjojo (Guru Besar UGM) dalam Workshop Kewirausahaan di
Auditorium FMIPA UGM pada 27 September 2005, beliau mengatakan bahwa Indonesia
merupakan penghasil dan pengekspor minyak atsiri yang besar di dunia. Kandungan
senyawa kimia yang terdapat dalam bahan alam (daun, batang, akar, biji) untuk
minyak atsiri dibagi menjadi dua kelompok yakni kelompok pertama; minyak atsiri
yang komponen-komponennya mudah dipisahkan yang kemudian menjadi bahan awal
sintesis (minyak sereh, minyak daun cengkeh, minyak permen, dan minyak
terpentin) dan kelompok kedua; minyak atsiri yang komponen-komponennya tidak
mudah dipisah (minyak akar wangi, minyak nilam, minyak cendana, minyak
kenanga), dimana minyak atsiri ini dapat langsung digunakan.
Pengembangan potensi bahan alam untuk di kembangkan di Indonesia didukung juga oleh kebijakan dan program riset dan teknologi (ristek) dari pemerintah dimana Kementrian Riset dan Teknologi telah menetapkan 6 (enam) Bidang Prioritas Riset dan Teknologi Nasional untuk tahun 2004-2009 yakni di bidang ketahanan pangan, ketersediaan energi, sistem transportasi nasional, teknologi informasi dan komunikasi, pertahanan dan keamanan dan pembangunan kesehatan. Bidang-bidang prioritas itu oleh lembaga pelaksana teknis diterjemahkan menjadi rencana strategis. Beberapa lembaganya antara lain LIPI, BATAN dan BPPT.
LIPI melalui pusat penelitian kimia terapan mengembangkan antara lain; penelitian
kimia, bahan alam, jasa penelitian di bidang kimia bahan alam dan farmasi
dengan memanfaatkan sumber daya alam dalam rangka pemenuhan kebutuhan farmasi
dan kosmetika, penelitian fitofarmaka untuk indikasi anti kanker, isolasi
senyawa aktif dari tanaman obat. BATAN mengembangkan pemanfaatan teknologi
nuklir untuk penelitian dan pengembangan obat sedangan BPPT dengan program
risetnya yang bertema Pengembangan Teknologi Produksi Obat dan Pangan
Fungsional dari Sumber Daya Hayati. Disini peran perguruan tinggi sebagai
“Centre of Excellence” juga sangat diperlukan. Diharapkan Perguruan Tinggi
mampu mengembangkan prilaku ilmiah yang meliputi Scholarship of Discovery,
Scholarship of Teaching, Scholarship of Application, Scholarship of Integration
dan Scholarship of Engagement untuk menunjang pengembangan pemanfaatan bahan
alam Indonesia.
Senyawa metabolit primer adalah
senyawa yang dihasilkan oleh makhluk
hidup yang bersifat esensial pada proses
metabolisme sel dan keseluruhan proses
sintesis dan perombakan zat-zat ini yang
dilakukan oleh organisme untuk
kelangsungan hidupnya (Almatsier, 2009)
Senyawa metabolit primer terdiri dari karbohidrat,
protein dan lemak (Darmono, 1995).
Metabolit
primer adalah suatu metabolit atau molekul yang merupakan produk akhir atau
produk anatara dalam proses metabolisme makhluk hidup, yang funsinya sangat
esensial bagi kelangsungan hidup organisme tersebut, serta terbentuk secara
intraseluler. Contohnya adalah protein, lemak, karbohidrat, dan DNA.pada
umumnya metabolit primer tidak diproduksi berlebihan. Pada sebagian besar
mikroorganisme, produksi metaboit yag berlebihan dapat menghambat pertumbuhan,
dan kadang-kadang dapat mematikan mikroorganisme tersebut. Proses metabolisme
tersebut untuk membentuk metabolit primer disebut metabolisme primer.
Ciri-ciri metabolit primer yaitu :
a. Terbentuk melalui metabolisme primer
b. Memiliki fungsi yang
esensial dan jelas bagi kelangsungan hidup organisme penghasilnya (merupakan
komponen esensial tubuh misalnya asam amino, vitamin, ukleotida, asam nukleat
dan lemak).
c. Sering
berhubungan dengan pertumbuhan orgnisme penghasilnya.
d. Bersifat
tidak spesifik (ada pada hampir semua makhluk hidup).
e. Dibuat
dan dismpan secara intraseluler.
f. Dibuat
dalam kuantitas yang cukup banyak
g.
Hasil akhir dari metabolisme energi adalah etanol
Senyawa-senyawa kimia yang merupakan hasil metabolisme sekunder pada
tumbuhan sangat beragam dan dapat diklasifikasikan dalam beberapa golongan
senyawa bahan alam yaitu terpenoid, steroid, kumarin, flavonoid dan alkaloid.
Ciri-ciri metabolit sekunder adalah
:
a. Dibuat mealui proses metabolisme
sekunder
b. Diproduksi selama fase stasioner
c. Fungsi bagi organisme penghasil
belum jelas, diduga tidak behubungan dengan sintesis komponen sel atau
pertumbuhan
d. Dibuat dan disimpan secara
ekstraseluler
e. Hanya dibuat oleh spesies tertentu
dan dalam jumlah terbatas
f. Umumnya diproduksi oleh fungi
filamemntus dan bakteri pembentuk spora
g. Merupakan kekhasan bagi spesies
tertentu
h. Biasanya berhubungan dengan
aktivitas anti ikroba enzim spesifik, penghambatan, pendorong pertumbuhan, dan
sifat-sifat farmakologis.
Hubungan
metabolit primer dan metabolit sekunder
Metabolit
sekunder terbentuk dari metabolit primer melalui berbagai jalur metabolisme
yang disesuaikan dengan tujuan dan kondisi lingkungan tumbuhan tersebut tumbuh
(Sahidin, 2013).
perbedaan metabolit primer dan sekunder
permasalahan:
bagaimana peranan senyawa organik khususnya bahan alam dalam kemajuan bidang pembuatan obat? dan dampaknya bagi kehidupan ?
Indonesia mempunyai banyak keanekaragaman jenis spons, dan berdasarkan ekspedisi Snellius-II terdapat 830 ditemukan dari perairan Indonesia Timur (VAN SOEST, 1989). Kekayaan jenis spons yang sangat potensial ini belum banyak dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia. Kandungan apa yang ada pada spons? Bagaimana cara kerjanya? Jenis Spons seperi apa yang digunakan?
baik saya akan menjawab
ReplyDeleteTumbuhan dan organisme laut dengan kekayaan kandungan senyawa kimianya merupakan sumber bahan alam yang potensial untuk dikembangkan sebagai bahan pangan, kosmetika dan obat. Indonesia sebagai negara beriklim tropis dengan keanekaragaman sumber bahan alam baik tumbuhan dan organisme laut yang paling tinggi di dunia (megabiodiversity) menjadi salah satu negara penghasil berbagai jenis senyawa-senyawa bahan alam dengan karakter yang khas dan unik. Namun pemanfaatan sumber daya alam dengan kekayaan senyawa kimia tersebut belum dilakukan secara optimal untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan kesehatan rakyat Indonesia pada masa kini dan masa yang akan datang. Bahan-bahan kimia sering digunakan sebagai obat-obatan. Obat dibuat berdasarkan hasil penelitian terhadap proses dan reaksi kimia bahan-bahan yang berkhasiat secara medis terhadap suatu penyakit. Hal ini dipelajari dalam cabang ilmu Kimia Farmasi. Contohnya, etanol atau alkohol digunakan dalam proses pelarutan obat dan sebagai pensteril alat-alat kedoteran.
Saya Ayu Asmira (A1C116036) akan mencoba menjawab permasalahan anda :
ReplyDeleteIlmu Kimia dan cabang-cabangnya memiliki peran penting dalam kehidupan sehari-hari. Dalam bidang farmasi, kimia memiliki peran dalam:
1. Membuat obat-obatan
Obat-obatan dibuat dengan menganalisa dampak reaksi suatu senyawa obat terhadap tubuh manusia. Dalam menyusun suatu formula obat, dilakukan berbagai uji kimia untuk menguji keefektifan obat dan megantisipasi dampat negatif atau konter indikasi obat.
Obat dapat dibuat dari senyawa anorganik atau dengan sintesis senyawa kimia yang terdapat pada makhluk hidup, seperti dalam pembuatan obat herbal.
2. Membuat disinfektan
Dalam farmasi, peralatan kedokteran dan alat untuk menghantarakan obat ke tubuh seperti infus dan suntik harus steril. Ini untuk mencegah infeksi oleh mikroorganisme dan mencegah penyebaran penyakit menular. Karena itu disinfektan sangat penting untuk mensterilkan peralatan ini.
3. Membuat peralatan farmasi
Peralatan farmasi seperti tabung reaksi, pipet, selang dan sebagainya dibuat dengan reaksi kimia. Peralatan ini umumnya dibuat dari bahan sintetik seperti polimer.
4. Menganalisa hasil pemeriksaan pasien
Pasien yang akan menerima obat sebelumnya biasanya melakukan pemeriksaan. Ahli farmasi perlu melakukan pengecekan kondisi tubuh klpasien secara teliti agar obat yang diberikan tepat. Contohnya adalah kadar gula dalam darah, kandungan urin, kondisi tulang dan sebagainya
Semoga dapat membantu :)
Baik saya akan menjawab permasalahan dari saudari, peranan kimia organik bahan alam antara lain yaitu
ReplyDeleteObat Sakit Kepala : Parasetamol, aspirin, antalgin
Obat Bius : Kloroform (CHCl3), dietil eter ( CH3CH2OCH2CH3), etilena (C2H4), halotena (F3CCHBrCl)
Obat maag : kunyit, lidah buaya
Obat sakit perut : daun muda jambu batu
Antiseptik : daun sirih